Minggu, 03 April 2011

Google VS Yahoo


Bersiap-siaplah menyaksikan pertarungan tiga raksasa digital, Google versus Yahoo-Microsoft. Paska kerjasama saling menguntungkan antara Yahoo dan Microsoft, keduanya bernafsu sekali menguasai jagat online. Tujuan pertama yang menjadi sasaran yakni Google. Memang, Google sudah beberapa tahun ini berkuasa terus tanpa tanding sebagai mesin pencari. Sebagai mesin pencari nomor wahid, 65% dari seluruh pengguna internet di dunia, Google pun semakin besar. Tidak hanya menjadi mesin pencari, tetapi juga merambah ke iklan online dan penyedia jasa online gratis lainnya. Keberhasilan Google Adsense di seluruh dunia menambah pundi-pundi dollar perusahaan, jauh melampaui pesaing-pesaingnya dalam program serupa. Anak perusahaan seperti Blogspot dan Youtube juga mendominasi jagat online.

Dominasi Google ini membuat Yahoo-Microsoft gerah. Apalagi keuntungan dari kekuasaan dunia maya ini sangat menggiurkan. Microsoft, yang dari dulu ingin menguasai semua lini digital, bersekutu dengan Yahoo untuk menggulingkan kekuasaan Google. Microsoft meluncurkan mesin pencari Bing, dan membuat heboh. Mesin pencari ini sempat menarik perhatian pengguna internet dari seluruh dunia, namun masih harus terus berjuang untuk menandingi kreasi Google. Sedangkan Yahoo sendiri lebih disenangai pengguna internet karena mailinglist, email dan yahoo messenger-nya. Sejak kerjasama Yahoo-Microsoft terjalin, keduanya berbagi peran. Microsoft sibuk menciptakan tandingan mesin pencari Google, dan Yahoo terjun memperebutkan kue iklan online. Aktivitas agresif dua raksasa digital ini, membuat Google memperbaiki kinerjanya. Pengguna internet dibuat betah dengan jasa penerjemahan gratis, penambahan fitur aplikasi gmail, kemudahan melacak foto dan video, dan membuka diri pada pengembangan aplikasi widget tertentu yang mereka miliki. Untuk yang terakhir ini, Google belajar dari pengalaman Wordpress yang memberi kesempatan ke pengguna internet dari seluruh dunia untuk mengembangkan plugin yang mereka inginkan. Google semakin lentur untuk pengguna internet, dengan istilah lain, Google ingin lebih memanjakan penggunanya. Dalam sebuah situs mesin pencari banyak fasilitas gratis yang tersedia.

Tren mobile phone dan netbook juga menjadi perhatian dalam pertarungan ini. Google meluncurkan piranti lunak gratis, Google Chrome, untuk mengusik dominasi Windows-nya Microsoft. Google menjalin kerjasama sengan produsen PC seperti Hewlett-Packard, Acer, Lenovo, dan Asustek. Yahoo pun bertindak dengan memberi fitur-fitur yang memudahkan kepada para pengguna mobile phone. Yahoo bergegas menjalin kerjasama dengan operator seluler, tentu saja agar pengguna mobile phone memakai Yahoo sebagai mesin pencari utama.

Kapan pertarungan raksasa internet ini akan berakhir? Entahlah, susah ditebak. Yang jelas, raksasa yang kalah pasti akan berdarah-darah, bisa jadi akan sekarat, gulung tikar ataupun diakuisisi perusahaan lain. Atau boleh jadi, ada perusahaan lain (kuda hitam) yang akan muncul sebagai pemenang. Konsumen internet yang semakin besar, sampai kapan pun akan menampilkan pertarungan raksasa-raksasa digital.Inovasi dan kenyamanan bagi pengguna internet menjadi tolak ukur mana pemenang. Saatnya pencipta piranti lunak dari Indonesia untuk memanfaatkan peluang dari pertarungan raksasa digital ini.

0 komentar:

Posting Komentar